Adisnet -
Selama satu jam, yakni pukul 20.30-21.30 waktu setempat, kota-kota
besar di dunia akan mengurangi konsumsi listrik. Biasanya, dengan
mematikan lampu di ikon-ikon yang menjadilandmark kota tersebut. Sejam yang amat berarti itulah inti kampanye yang digelar World Wide Fund for Nature alias WWF ini.
Berbagai
macam persiapan Earth Hour 2012 sudah dilakukan. Gubernur DKI Jakarta
Fauzi Bowo sudah menyatakan kesiapannya bergabung dengan aksi ini.
“Jakarta mempunyai komitmen besar dalam menjaga lingkungan hidup,”
ujarnya, pekan lalu.
Gubernur menyatakan lokasi yang akan
dipadamkan lampunya di ibukota antara lain Gedung Balai Kota Provinsi
DKI, Monas dan air mancurnya, Bundaran Hotel Indonesia dan lampunya, air
mancur Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda serta lampu jalan sepanjang Jalan
Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.
Kampanye yang cukup unik, salah satunya dilakukan di Solo. Aktivis menggunakan sepeda onthel
konvoi keliling Solo, mengimbau warga untuk ikut serta mematikan lampu
pada jam yang dimaksud. Walikota Joko Widodo dan Wakilnya, Hadi
Rudyatmo, menjadi Duta Earth Hour 2012 untuk Kota Solo
Lalu pada
Minggu, (25/3/12) lalu di Arena Tribeca Park, Central Park, Jakarta,
komunitas Michael Jackson Indonesia (MJI) melakukan flash mob yang
bagian dari kegiatan Central Park Mall, bertemakan Green Universe
Central Park Extraordinary Eco Green Festival untuk menyambut Earth
Hour.
Di tahun keempat Indonesia ikut serta kampanye Earth Hour
ini, jumlah kota di Indonesia yang ikut berlipat ganda. WWF Indonesia
tadinya menargetkan hanya tujuh kota saja. Namun, kini 26 kota
menyatakan kesiapannya.
“Total yang akan ikut berjumlah lebih dari
lima ribu kota di 135 negara dunia ikut menyemarakkan Earth Hour,”
ungkap Direktur WWF Indonesia Efransjah. Tak hanya sekadar mematikan
lampu selama sejam, Efransjah menyatakan WWF ingin mengingatkan bahaya
emisi karbondioksida (CO2).
RI bergabung pada tahun ketiga Earth
Hour internasional dari WWF dan hanya Jakarta yang ikut. Saat itu saja,
50 megawatt listrik dihemat. Earth Hour pertama dimulai pada 2007 oleh
2,2 juta penduduk Sydney. Baru di tahun keduanya, 35 negara ikut serta
dan menjadi 135 negara pada 2011.
Tahun ini, Earth Hour mengusung
tema ‘I Will If You Will’ atau diterjemahkan ‘Ini Aksiku, Mana Aksimu’.
Pendukung akan melakukan satu aksi tertentu, jika pendukung lainnya
melakukan hal yang mereka minta.
Sebut saja Nadya Hutagalung,
mantan VJ yang juga duta Earth Hour. Dalam tantangannya, Nadya akan
berenang bersama hiu putih besa jika 10 ribu orang berhentu menggunakan
tas plastik dan sedotan sepanjang 2012 ini.
Kehebohan seputar
Earth Hour juga telah dimulai di seluruh dunia, sejak awal bulan ini.
Sebenarnya, ditilik dari persiapan Indonesia, masyarakat kita tak
melupakannya. Namun dengan kehebohan seputar BBM ini, diragukan dampak
Earth Hour akan mengena.
Padahal, konsumsi BBM secara berlebih
juga merupakan salah satu sasaran kampanye Earth Hour dan WWF. Bahan
bakar tak ramah lingkungan ini menghasilkan gas rumah kaca yang merusak
lapisan ozon. Jika lingkungan sudah tercemar, siapa yang akan merasakan
akibatnya?
Read More …